06 November, 2011

PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN


1.  Jelaskan Pengertian Strategi Pembelajaran
Pengertian Strategi Pembelajaran
v  Strategi menurut istilah dari bahasa Inggris Strategy mengandung arti perencanaan dan arah langkah yang akan ditempuh oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan.
v  Menurut Gilistrap Martin strategi adalah pola ketrampilan dan perilaku guru yang dimaksudkan untuk menolong siswa mencapai tujuan pengajaran.
v  Menurut Egger Kauchak & Harder strategi mengajar adalah jenis-jenis metode mengajar yang khusus direncanakan untuk mencapai tujuan khusus.
v  Dari definisi di atas dapat disimpulkan strategi pembelajaran adalah rencana dan cara mengajar yang akan dilakukan guru dengan menetapkan langkah-langkah utama mengajar sesuai dengan tujuan pengajaran yang akan dicapai.
Kegunaan Strategi dalam pembelajaran
v  Siswa terlayani kebutuhannya mengenai belajar cara berfikir dengan lebih baik.
v  Guru memiliki gambaran cara membantu siswa dalam kegiatan belajarnya. Siswa memiliki perbedaan dalam hal kemampuan, motivasi untuk belajar, keadaan latar belakang sosio budaya dan tingkat ekonominya. Keadaan sangat berpengaruh terhadap kegiatan dan hasil belajar siswa untuk mengembangkan pengetahuan keterampilan dan sikapnya.
Jadi, kegunaan strategi adalah memberikan rumusan acuan kegiatan belajar mengajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang inovatif mengenai pengetahuan dan kemampuan berfikir rasional dalam menyiapkan siswa memasuki kehidupan dalam masa dewasa. (Buku sumber, Strategi pembelajaran, Dra. H. Kusrini, Hal. 3-5)
2.  Bagaimana Strategi Pendidikan Melestarikan Nilai-Nilai Islam
Jawab :
v  Pendidikan Islam bertujuan untuk menginformasikan, mentransformasi kan, serta menginnalisasikan nilai-nilai Islami, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan segi-segi kehidupan spiritual yang baik dan benar dalam rangka mewujudkan pribadi muslim seutuhnya dengan ciri-ciri beriman, taqwa, berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil dan bertanggung jawab.
v  Strategi pendidikan Islam mengandung pengertian rangkaian perilaku pendidik yang tersusun secara terencana dan sistematis untuk menginformasikan, mentransformasikan dan menginternalisasikan, nilai-nilai Islam agar dapat membentuk kepribadian muslim seutuhnya. Rangkaian perilaku yang terencana dan sistematis ini merupakan alur berfikir ilmiah, yaitu tata cara berfikir yang menggabungkan cara berfikir induktif dan cara berfikir deduktif dalam rangka menerapkan prinsip, fakta dan konsep yang relevan dengan tujuan pendidikan Islam.
v  Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa cara penalaran manusia dalam ajaran Islam mencakup lima jenis pendidikan, yakni :
1)    Deduktif yaitu berfikir dari hal umum ke khusus
2)   Induktif yaitu berfikir dari hal khusus ke umum
3)   Deduktif-induktif gabungan berfikir dari umum ke khusus dan kembali lagi ke umum untuk dicocokan kembali kesimpulannya.
4)   Kontemplasi yaitu berfikir dengan cara merenungkan hal-hal yang abstrak untuk memperdalam keyakinan mengenai serba maha pada Allah
5)   Keyakinan Wahyu yaitu berfikir sesuai dengan firman Allah untuk tidak memikirkan zatnya melainkan memikirkan ciptaannya. Dengan menggunakan cara nalar seperti tersebut diatas, maka pendidikan Islam mengupayakan pelestarian nilai-nilai islami dalam rangka mewujudkan pribadi muslim seutuhnya. (Buku sumber = Strategi pembelajaran = Dra. H. Kusrini, hal.19-27)
3.  Jelaskan Pengelompokan Jenis Strategi Menurut Salah Satu Ahli
Jawab :
Menurut Dengeng (1994: 2) ia mengelompokkan jenis strategi dengan tiga jenis.
v  Strategi pengorganisasian. Ini bersangkut paut dengan cara guru memilih dan menetapkan bahan pelajaran yang penting, menyajikan seluruh sesuai dengan urutan bahan, membuat rumusan bahan yang berkaitan dengan seluruh isi pokok bahan. Merangkum bahan menjadi suatu kesimpulan, yang keseluruhannya mengacu kepada tujuan pembelajaran yang akan dicapainya.
v  Strategi penyampaian isi pembelajaran merupakan cara yang dipilih dan ditetapkan oleh guru atau menetapkannya bisa bersama dengan siswa dalam hal ini penting sekali peran media, kegiatan belajar siswa dan struktur belajar mengajar (ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi)
v  Strategi pengelolaan pembelajaran ini berkaitan dengan metode belajar mengajar sehingga dengan penggunaan metode itu dapat saling terkait. Unsur-unsur belajar lainnya dalam kegiatan belajar. Unsur belajar itu adalah penyusunan rencana pelajaran termasuk jadwalnya, pencatatan, kemajuan belajar siswa dan motivasi belajar siswa. (Buku sumber = Strategi pembelajaran = Dra. H. Kusrini, hal.12-13)
4.  Jelaskan Dua strategi penyampaian bahan pembelajaran beserta contohnya :
Jawab :
v  Ekspositori (expository strategy) yakni penyampaian bahan yang diolah secara tuntas oleh guru sebelum disajikan kepada siswa. Dalam hal ini siswa hanya tinggal mendengarkan, mencatat menghafalkan bahan yang disampaikan oleh guru.
Contoh :
Pokok bahasan rukun Iman telah disusun oleh guru secara lengkap antara lain meliputi pengertian rukun iman, aspek-aspek rukun iman, pengertian rukun iman kepada Allah, Sifat-sifat Allah, dan keyakinan adanya Allah.
v  Strategi inkuiri (inquiry strategy) yaitu penyampaian bahan pengajaran yang mengharuskan pengolahan bahan oleh siswa strategi ini bertitik tolak dari pandangan bahwa siswa sebagai subjek dan objek dalam belajar mempunyai kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Inkuiri meletakkan dasar dan mengembangkan cara berfikir sehingga berkembang pula kreativitas siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Pemecahan masalah ini diharapkan menjadi latihan bagi siswa untuk berfikir secara deduktif dan induktif, yang pada gilirannya bahan yang dipelajari siswa menjadi lebih mantap dan tidak mudah dilupakan.
Contoh :
Siswa dikelompokkan menjadi dua atau tiga kelompok kemudian siswa disuruh diskusi dan menyelesaikan masalah yang sudah ditetapkan guru. ((Buku sumber = Strategi pembelajaran = Dra. H. Kusrini, hal. 61)
5.  Jelaskan 5 Pendekatan dalam pembelajaran
Jawab :
v  Pendekatan Individual : Guru melakukan pendekatan kepada anak didik dalam strategi belajar mengajarnya, bila tidak, maka strategi belajar tuntas atau mastery learning yang menuntut penguasaan penuh kepada anak didik tidak akan pernah jadi kenyataan. Paling tidak dengan pendekatan individual dapat diharapkan kepada anak didik dengan tingkat penguasaan optimal.  Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran dengan pendekatan individual ini kesulitan belajar anak lebih mudah dipecahkan.
v  Pendekatan Kelompok. Dalam pendekatan belajar mengajar terkadang ada juga guru yang menggunakan pendekatan lain, yakni pendekatan kelompok. Pendekatan ini suatu waktu diperlukan dan perlu digunakan untuk mengembangkan sikap sosial anak didik. Dengan pendekatan kelompok, diharapkan dapat ditumbuh kembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada pada diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial di kelas.
v  Pendekatan Bervariasi. Ketika guru dihadapkan kepada permasalahan anak didik yang bermasalah, maka guru akan berhadapan dengan permasalahan anak didik yang bervariasi setiap masalah yang di hadapi oleh anak didik tidak terlalu sama dan ada perbedaan maka pendekatan yang digunakan pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi pada kasus yang biasanya muncul dalam pengajaran dengan berbagai motif. Sehingga diperlukan variasi teknik untuk setiap kasus. Maka kiranya pendekatan bervariasi ini sebagai alat yang dapat guru gunakan untuk kepentingan pengajaran.
v  Pendekatan pembiasaan adalah alat pendidikan. Bagi anak yang masih kecil, pembiasaan ini sangat penting, karena dengan pembiasaan itulah akhirnya suatu aktivitas akan menjadi milik anak dikemudian hari. Pembiasaan yang baik akan membentuk sosok manusia yang berkepribadian baik pula. Pendidikan agama Islam sangat penting dalam hal ini, karena dengan pendidikan pembiasaan itulah siswa diharapkan senantiasa mengajarkan agamanya dengan pendekatan ini siswa dibiasakan mengamalkan ajaran agama, baik secara individual, maupun secara kelompok dalam kehidupan sehari-hari.
v  Pendekatan emosional. Emosi adalah gejala kejiwaan yang ada di dalam diri seseorang. Emosi berhubungan dengan masalah perasaan seseorang yang mempunyai perasaan pasti dapat merasakan sesuatu baik perasaan jasmaniah maupun persoalan rohaniah. Emosi atau perasaan adalah sesuatu yang peka emosi akan memberi tanggapan (respons) bila ada rangsangan (stimulus) dari luar diri seseorang. Emosi mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Itulah sebabnya pendekatan emosional yang berdasarkan emosi atau perasaan dijadikan sebagai salah satu pendekatan dalam pendidikan dan pengajaran. Terutama untuk pendidikan  agama Islam. Pendekatan emosional dimaksudkan disini adalah suatu usaha untuk menggugah, perasaan dan emosi siswa dalam menyakini, memahami, dan menghayati ajaran agamanya. (Buku sumber : Strategi Belajar Mengajar, Syaiful Bahri Djamarah & Asnawi Zain, hal. 61-75) 


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar